Aswar kecil dikenal anak yang periang hingga ditahun 1989 Aswar mulai masuk dibangku Sekolah Dasar, Bersama teman-temannya Aswar termasuk anak yang menonjol dibandingkan murid yang lain, itu karena kedua orang tuanya bekerja sebagai guru, Azwar diajarkan hidup disiplin dalam membagi waktu baik untuk belajar mapun bermain.
Muhammad Azwar, Calon Legislatif muda visioner Kota Bontang berfoto bersama Guspur (Penasehat Presiden Republik Mimpi di TVone) dan Bapak Awang Faroek Ishak (Gubernur Provinsi Kalimantan Timur)
Setelah tamat di sekolah dasar selanjutnya Aswar disekolahkan dipondok pesantren Ma’had hadits Biru Watampone Kabupaten Bone Sulsel selama 6 tahun dan ditahun ketiga aswar sudah dipercaya menjadi muballig dan dikirim kepelosok untuk berceramah utamnya saat bulan Ramadhan Aswar menghabiskan Waktunya selama sebulan bersama masyarakat yang umumnya berprofesi sebagai petani.
Ketika melakukan orasi di hadapan massa di Samarinda demonstrasi “Gantung Koruptor”
Jiwa kepemimpinananya mulai terlihat saat Aswar dipercaya sebagai ketua Asrama di Pondoknya hingga menjadi pengurus OSIS dan ketua Gugus Depan Pramuka. Berkat posisi tersebut Aswar sangat dekat dengan pengasuh pondok, sehingga tidak heran saat tamat disekolah Madrasah Aliyah Aswar ditawari menjadi pembina Santri.
Bersama PPJ Gubernur Kalimantan Timur, Tarmizi Karim.
Setelah menempuh pendidikan agama di pondok pesantren, selanjutnya Aswar memilih melanjutkan pendidikannya di Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda, dan saat menjadi Mahasiswa Aswar mulai masuk dibeberapa organisasi Mulai dari menjadi pengurus BEM, ikut pengkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) hingga mendirikan Lembaga Da’wah Kampus (LDK) yang ia namai Central Studi Islam Mahasiswa (CESIMA), selain Organisasi Intra Kampus Aswar juga aktif dibeberapa Eksta Kampus diantaranya bergabung dalam Kestuan Pelajar dan Mahasiswa Bontang dan berbagai organisasi Pergerakan lainnya.
Potret saat Azwar dan kawan kawan mahasiswa melakukan aksi demo di Bontang. Sebuah aksi untuk “Gantung Koruptor”
Berkat kepiawainya dalam beroganisasi Aswar dipercara menjadi pengurus, meminpin beberapa Organisasi mulai dari Menjadi ketua Kabid Kerohanian di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas Hukum, menjadi presiden mahasiswa, Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa (HMI) Komisariat Fakultas Hukum, menjadi kabid PTKP HMI Cabang Samarinda dan yang cukup Istimewa Aswar selanjutnya dipercara menjadi ketua Umum Kerukunan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Bontang (KAPASISBON) yang bermarkas diasrama mahasiswa Bontang, Selain besar dibeberapa organisasi Aswar juga telah mendirikan beberapa organisasi diantaranya Lembaga Da’wah kampus Centra Studi Islam Masiswa UWIGAMA dan pendiri Kesatuan Pelajar dan Mahasiswa Santan (KEPMA) yang ia dirikan menjelang Studinya di UWIGAMA berakhir.
Arak arakan mahasiswa. Muhammad Azwar tampak memimpin demo.
Selain cakap berbicara dalam berbagai forum Organisasi Aswar juga dikenal biasa turun memimpin aksi demontrasi mengkritisi kebijakan pemerintah bukan saja di Kota Samarinda namun termasuk di Kota Bontang dengan payung organisasi keluarga pelajar dan mahasiswa Bontang yang pernah ia jabat sebagai ketua umum selama dua priode.
Seusai melakukan aksi, Azwar mengawali melakukan cap tanda tangan sebagai bentuk ekspresi protes melawan segala bentuk nepotisme dan tindak koruptik di Kalimantan Timur.
Sebagai mahasiswa Fakultas Hukum jurusan Ilmu Hukum Aswar mengambil judul Skripsi (karya ilmiah) Penerapan Undang-undang 31 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi di Kota Bontang, dan berkat ketekunannya Aswar dapat menyelesaikan studinya hanya 4 tahun lebih.
Selain itu, Azwar juga ternyata punya jiwa seni yang sangat tinggi. Terbukti beberapa kali ia mengikuti dan memenangkan kejuaraan seni lukis kaligrafi. Dirumahnya sangat banyak hasil karya lukisnya. Berminat?
Kariernya didunia jurnalistik dimulai sejak sebulan setelah menjadi sarjana, dengan bergabung di PKTv, meski tidak sesui dengan jurusan yang dipilih namun justeru Azwar menikmati pekerjaan tersebut, betapa tidak sebelum bergabung di PKTv Aswar memang telah memiliki Camera Handycam sewaktu masih mahasiswa sehingga tidak jarang berbagai momen penting ia sering abadikan walau tidak pernah diberitakan dilayar kaca, bahkan sebagian orang mengira jika Aswar bekerja disalah satu Stasiun Tv nasional dengan profesi sebagai Kontributor didaerah.
Saat meliput kondisi Desa Santan. Sebagai reporter, Azwar sangat paham persis kondisi umum daerah Bontang dan sekitarnya. Hampir semua tempat sudah disambanginya. Beberapa tokoh penting negeri ini pun sudah ditemuinya.
Setelah bergabung di PKTv aswar tidak menemukan banyak kesulitan dengan profesi barunya karena sebelum bergabung disana Aswar sedikit banyak telah mengetahui cara mengoperasikan dan mengambil gambar, termasuk cara menulis naskah berita karena sejak mahasiswa Aswar biasa menulis Rilis Pers dikoran untuk mengkritik pemerintah, selain itu Aswar juga sering membuat buletin baik yang sering dibaca dikampus mapun buletin yang biasa ia buat setiap bulan di KAPASISBON.
Saat tampil dilayar kaca menyapa permirsa dirumah dengan kejutan informasi yang tak kalah dengan gaya “Kick Andy” di METRO TV. Pada segmen politik yang dibawanya di PKTv ini, Azwar kerap kali melemparkan pertanyaan pertanyaan yang “menendang” narasumbernya yang memang kebanyakan adalah dari politisi. Dengan capaian dan kepiawaiannya tersebut, beberapa TV swasta nasional menawarinya menjadi kontributor daerah.
Terjun kelapangan dan bertemu langsung dengan narasumber menjadi rutinitas setiap harinya mulai dari bertemu dengan masyarakat dilevel tingkat bawah hingga pejabat sekalipun, bahkan diawal tahun 2008 kemarin Aswar dipercaya menjadi salah satu Wartawan yang meliput langsung kegiatan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di kapal perang KRI dr. Soeharso diperairan Kutai timur. Pengalamannya didunia Jurnalis tidak perlu dipertanyakan lagi, maka tidak heran sebelum memilih menjadi Calon Legislatif Aswar dipercaya sebagai Redaktur Eksekutif atau Koordinator devisi pemberitaan di PKTv. Selain bekerja sebagai memburuh berita Aswar juga dipercaya menjadi presenter beberapa program dialog diantaranya program dialog Halo kota, Polisi Hukum, Bontang dialog dan Kedai Aspirasi.
Tampak dari kejauhan Sekolah Madrasah Aliyah di Santan Tengah Marangkayu, yang Azwar jika ingin sampai kesana harus melalui perjuangan yang luar biasa.
Ditengah kesibukannya sebagai Wartawan Aswar masih menyempatkan diri mengajar Sekolah Madrasah Aliyah di Santan Tengah Marangkayu tempat kelahirannya, meski terkadang harus bergelut dengan Lumpur karena jalan yang rusak. Dimata Warga santan Aswar dikenal dengan kepeduliannya pada pendidikan dan kesejahteraan sehingga bersama Tim 11 Azwar mengupayakan agar Santan bisa bergabung dengan kota Bontang sehingga pemerataan pembangunan diera otonomi ini bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Alumnus Pondok pesantren Ma’had Hadis Biri Kabupaten Bone ini kemudian mengakhiri masa lajangnya ditahun 2007 yang lalu dengan mempersunting Fitriyani Alwi, dan saat ini sudah dikarunia 1 anak yang ia berikan nama Najwa Khairunnisa.
Muhammad Azwar dan istri serta anak perempuannya sedang nyantai bareng
Diusianya yang meranjak 27 tahun Aswar termasuk pemuda yang berani mengambil tantangan meski usinya masih tergolong muda namun ia berani mendiriakan usaha yang bergerak di dunia pendidikan yaitu Lembaga pendidikan & kursus LPK Global yang bermarkas di Kilo-meter 6 keberadaan lembaga tersebut diyakini dapat membantu pemerintah dalam menyongsong bontang cerdas yang akan dicapai bersama pada tahun 2010 mendatang.
Ketertarikannya untuk maju dalam kanca politik pun tidak didasari karena ikut-ikutan namun berkat dorongan Warga Santan yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Santan Bersatu Kota Bontang (KKSB) yang kemudian disambut baik oleh beberapa tokoh Masyarakat Bontang.
Meski baru bergabung di Partai Politik namun Aswar bukanlah orang awam dalam dunia tersebut karena pengalaman didunia Wartawan membawanya banyak mengetahui persoalan sosial politik dan ekonomi dan persoalan lainnya dikota Bontang.
Diskusi bersama rekan rekan mahasiswa asal Desa Santan. Lewat diskusi inilah kelak Azwar dan kawan kawan mendirikan KEPMAS.
Dipilihnya Partai Pemuda Indonesia sebagai tempat bernaung itu disebabkan karena Partai pimpinan Hasanuddin Yusuf tersebut mempunyai tekad membangun peradaban baru yaitu pemberantasan Korupsi percepatan pembangunan didaerah dan pemerataan pembangunan disegala sector baik ekonomi maupun pada sector social dan partai pemuda siap mengawal perubahan itu.
Maju…!!! Lanjutkan..!!!
Oleh: Pendukung on 28 Februari 2009
at 2:44 am
Yang Muda Yang Maju
Oleh: Pendukung on 28 Februari 2009
at 2:45 am
Semoga legeslatif muda Bontang bisa merubah kondisi yang sehat dan bukan hanya janji-janji melulu seperti yang sudah-sudah.saluuuuuuuuuuuuut dech dengan gebrakan anak muda.
Asal bukan modal aji mumpung.
Oleh: GEMBONG on 14 Maret 2009
at 7:44 am
Terima kasih banyak dan salam kenal Buat sdr Gembong dan pendukung atas komentar dan dukungannya, Mohon Doanya selalu.. Percayakan kepada yang muda..
Trims
Oleh: Azwar on 16 Maret 2009
at 11:53 pm
Suda saatnya pemuda kembali mengabdi untuk melakuan perubanan.
Mari perlihatkan ke maserakat bahwa kita juga bisa..
Pemuda . . . . Pasti.
Oleh: Andi firman on 8 April 2009
at 3:12 am