
Hidayatullah
Diantara yang akan hadir Dr. Dato’ Seri Datuk Anwar Ibrahim, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia dan salah seorang pendiri Institut Pemikiran Islam Antarabangsa (IIIT) di Washington. Beliau brtindak sebagai keynote speech mendampingi DR. Abdul Mannan, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Hidayatullah.
Pembicara yang lain yang juga sudah dipastikan hadir Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsuddin, Ketua PP Nahdlatul Ulama Kyai Hasyim Muzadi, praktisi perzakatan Prof. Dr. Didin Hafidhuddin, pakar politik Dr. Amien Rais, dan Anggota DPD MPR-RI Ir. Abdul Aziz Kahar Muzakkar.
Seperti diperkirakan, wartawan bodrex sejak awal mulai “menggempur”. Terbukti beberapa hari sebelum acara, menurut panitia, banyak oknum yang menelfon ke nomor kontak panitia mengaku sebagai wartawan. Anehnya, nama media tempat dimana mereka katanya bekerja, terdengar asing di telinga. Bahkan aneh.
“Nama medianya asing ditelinga, sehingga kami tidak bisa memberikan izin. Sebetulnya, wartawan dan siapa pun bisa meliput. Asalkan tidak ada unsur “ngebodrex”. Dan juga mesti ada izinlah dari panitia,” seloroh Dedep Ruswanda, salah satu panitia.
Ruswanda menambahkan, acara ini terbuka untuk umum. Untuk kontribusi peserta, kata dia, silahkan menghubungi panitia. “Rp. 250.000 perorang. Tempat terbatas, kami hanya menyediakan 200 kursi,” tambahnya.
Seminar yang terselenggara atas dukungan banyak pihak ini merupakakan rangkaian acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Hidayatullah yang akan berlangsung selama 3 hari kedepan. Rakornas ini di hadiri oleh pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Hidayatullah seluruh Indonesia.
Hidayatullah didirikan pada tanggal 7 Januari 1973 / 2 Dzulhijjah 1392 H di Balikpapan dalam bentuk yayasan sebuah pesantren, oleh Ust. Abdullah Said (alm).
Dari sebuah bentuk pesantren, Hidayatullah kemudian berkembang dengan berbagai amal usaha di bidang sosial, dakwah, pendidikan dan ekonomi serta menyebar ke berbagai daerah hingga pada tahun 2003 sudah terbentuk jaringan kerja (networking) Hidayatullah di 200 kabupaten dan berada di seluruh Provinsi di Indonesia.
Hidayatullah memandang bahwa kemunduran umat Islam lebih disebabkan karena pandangan yang parsial dalam memahami keholistikan ajaran Islam. Masing-masing kelompok mengambil tema dan titik tekan program sesuai dengan pandangannya yang sangat parsial bahkan tema dan titik program itu seringkali menjadi semacam ‘ideologi’ kelompok.
Wah, mantap juga nih. Diurutan teratas bro.
Oleh: Andy on 22 Mei 2009
at 3:31 pm